Friday, December 22, 2006

dan pemenangnya adalah...

Betapa mencengangkannya ketika gue kemaren mendengar pemenang FFI. Over film-film keren macam Denias, Mendadak Dangdut, dan Ruang, lalu satu film lagi yaitu Heart (yang ini gak masuk keren), masak yang menang adalah Ekskul?

Ekskul bercerita tentang seorang anak yang depresi, lalu sebagai dendam, dia kemudian menyandera teman-temannya. Coba kita liat lagi kalimat barusan? Ada tiga kata berkonotasi negative yaitu: depresi, dendam, dan sandera. Coba kita lihat posternya dan trailernya? Gelap. Warna merah. Ada pistol. Yayaya.. berhak untuk dijadikan pemenang sodara-sodara, karena sesuai dengan tema bangsa Indonesia: kekerasan itu asyik.

Apa sih tujuannya begini? Gue baca bahwa salah satu pembelaannya adalah pembelajaran untuk para orang tua agar tidak menyakiti anak agar anak terhindar dari depresi. Selama ini film-film banyak yang bertujuan kepada anak muda, bukan kepada orang tua. Just got one big question underlying the sentence: Berapa banyak sih orang tua yang nonton?

Ada juga yang berkelit bahwa film ini lebih bercerita tentang hal sehari-hari. Helloooo?? Ayo coba baca Koran dan buka mata buka telinga sedikit. Apakah seorang anak SMA yang bisa punya senjata dan punya nyali buat menyandera teman-temannya sering terjadi di Indonesia? Banyakan mana sih: anak yang susah sekolah macam Denias, sama anak yang suka menodongkan pistol pada teman-temannya? Ataukah mulai mau dijadikan kebiasaan sehari-hari? Mereka mungkin udah lupa, kasus dimana ada anak SD membunuh temannya sendiri karena nonton acara Smack Down.

Sekarang, bahkan acara sekaliber FFI yang kemarin didatangi oleh 3 menteri dan 1 gubernur sekalipun ternyata meng-endorse acara berbau kekerasan. Tepuk tangan yuuukk..


No comments: